Belasan aktivis LSM Kabupaten Gowa menggelar pertemuan forum lintas aktor di lesehan Bili-Bili, Sabtu (16/10). Pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan tersebut berhasil melahirkan nama baru bagi kemitraan bersama OMS se-Kabupaten Gowa yaitu FOKAL GOWA (Forum Komunikasi Lintas Aktor Kabupaten Gowa).
FOKAL GOWA digagas oleh lima lembaga; LBI (Lembaga Bumi Indonesia), YBC (Yayasan Baruga Cipta), WAKIL (Wahana Kesehatan dan Lingkungan Hidup), YPL (Yayasan Pendidikan Lingkungan), dan YKM (Yayasan K... Masyarakat).
Dari pertemuan tersebut disepakati arah baru bagi kemitraan bersama melalui community founding yang terbagi dalam forum diskusi, forum advokasi, forum sumber daya, forum informasi, dan forum jaringan. Dari program-program yang ditelorkan oleh masing-masing lembaga berhasil membentuk jaringan dengan mitra donor diantaranya Yappika, ACCESS, Gita Pertiwi, dan REMDEC. Forum yang akan digiatkan oleh FOKAL GOWA mengangkat nilai independen dan idealisme dengan bertonggak pada nilai Tata Kepemerintahan Lokal Demokratis (TKLD).
Sabtu, 06 November 2010
Fokal Gowa Menggagas Arah Baru Kemitraan Bersama
Forum Lintas Sektoral Mendorong Kesehatan Berbasis Masyarakat
Reguler Meeting yang dilaksanakan oleh Yayasan Baruga Cipta bekerjasama dengan ACCESS Phase II digelar Kamis (30/9), berhasil melibatkan forum lintas sektoral yang berasal dari unsur Dinas Kesehatan, Bappeda Kab. Gowa, BKB dan PP, BPMD, Dinas Sosial, RSUD Wahidin Sudirohusodo, Tim Penyusun RPJM Kab. Gowa, DPRD Kab. Gowa, Pihak Puskesmas, LSM, Media, dan Kader Desa Siaga.
Pertemuan tersebut difasilitatori oleh Muchlis, dengan membahas permasalahan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa/ kelurahan di Kabupaten Gowa, diantaranya ketersediaan bangunan posyandu, kesejahteraan kader, kompetensi dasar kader yang belum merata, keberadaan bidan desa, penyuluhan PHBS, cakupan UKS masih rendah, partisipasi masyarakat di tahap surveylance, sarana dan prasarana Desa Siaga yang masih rendah, revitalisasi SPAS, dan Yankestis.
Forum lintas sektoral bersepakat mendorong kesehatan berbasis masyarakat yang terfokus dalam tiga bidang; bidang administrasi dan sistem, bidang pelayanan manajemen dasar, dan bidang sosial budaya (partisipasi masyarakat). Hasil dari pertemuan ini diajukan sebagai masukan dalam perumusan RPJMD Kabupaten Gowa.
LOKALATIH FDS "Langkah Strategis Penguatan Forum Desa Siaga"
Yayasan Baruga Cipta sebagai mitra ACCESS Phase II berhasil menggelar lokalatih penguatan Forum Desa Siaga, di Desa Panakkukang Kecamatan Pallangga (7-8/10). Lokalatih digelar di Balai Pertemuan Desa Panakkukang, diikuti sebanyak 12 peserta terdiri dari 3 orang pengurus FDS dan 9 orang kader desa. Fasilitator pada lokalatih tersebut dari Dinas Kesehatan Kab. Gowa, Zainal Untung SKM, M.Kes.
Lokalatih tersebut digelar selama 2 hari dalam rangka penguatan Forum Desa Siaga, dengan tujuan mewujudkan Desa Siaga yang peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya dan membangun dukungan dan peran aktif masyarakat serta para pemangku kebijakan dalam pelaksanaan Desa Siaga yang partisipatif. Lokalatih tersebut memperlihatkan keterlibatan aktif kaum perempuan dalam menyampaikan pendapat dan sharing informasi sebagai kader desa.
Ada tujuh kriteria desa siaga, yakni memiliki sarana kesehatan yang memadai seperti pos kesehatan desa (poskesdes) dengan tenaga bidan minimal 1 orang, memiliki posyandu yang aktif, memiliki sistem pengamatan penyakit dan gizi buruk, memiliki sistem kewaspadaan terhadap bencana dan kegawat-daruratan, memiliki masyarakat yang sadar gizi, dan melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pengembangan Forum Desa Siaga Panakkukang
Program pemerintah dalam rangka percepatan pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan adalah Indonesia Sehat 2010, dengan gambaran target bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Salah satu cara untuk mengembangkan target tersebut yaitu dengan mengembangkan desa siaga.
Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemandirian serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri. Indikator tercapainya desa siaga yaitu terbentuknya Forum Desa Siaga dan memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang terdiri dari seorang bidan dan minimal dua orang kader aktif.
Adapun program Desa Siaga yang dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa menuju rakyat sehat, yaitu:
1. Pelayanan kesehatan dasar dan kegawat-daruratan
2. Kesehatan Keluarga (Kesga)
3. Pengamatan penyakit (Survailens)
4. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
5. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terus melakukan upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, diantaranya dengan menempatkan tenaga kesehatan secara marata sampai ke pelosok desa dan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis (Yankestis).
Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemandirian serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri. Indikator tercapainya desa siaga yaitu terbentuknya Forum Desa Siaga dan memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang terdiri dari seorang bidan dan minimal dua orang kader aktif.
Adapun program Desa Siaga yang dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa menuju rakyat sehat, yaitu:
1. Pelayanan kesehatan dasar dan kegawat-daruratan
2. Kesehatan Keluarga (Kesga)
3. Pengamatan penyakit (Survailens)
4. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
5. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terus melakukan upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, diantaranya dengan menempatkan tenaga kesehatan secara marata sampai ke pelosok desa dan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis (Yankestis).
POSKESDES Panakukang Ikut Lomba Wakili Gowa
Poskesdes Desa Panakkukang mendapat kesempatan mewakili Kabupaten Gowa mengikuti Lomba Posyandu dan Poskesdes Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010, pada hari Sabtu (23/10).
Hal yang mendasari Poskesdes Desa Panakkukang menjadi wakil Kabupaten Gowa pada Lomba Posyandu dan Poskesdes Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yaitu prestasi yang telah diraih dalam Lomba Kelengkapan Administrasi Poskesdes Tingkat Kabupaten (Juara I), keaktifan forum desa siaga dalam mengupayakan penanggulangan masalah kesehatan, bencana, dan kegawat daruratan yang dibantu oleh tenaga kesehatan (bidan desa) dan kader desa, serta partisipasi masyarakat desa.
Pelatihan Fasilitator Kader Desa Siaga
Pelatihan fasilitator kader desa siaga telah dilaksanakan selama 3 hari (2-4/8) berlangsung di Desa Panakkukang dan diikuti oleh peserta dari 12 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Gowa. Semua peserta yang mengikuti pelatihan fasilitator merupakan kader desa siaga yang berjumlah 24 orang dengan perwakilan masing-masing 2 orang dari desa dampingan, dengan jumlah peserta perempuan sebanyak 22 orang dan peserta laki-laki 2 orang.
Pelatihan ini merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di desa dengan menempatkan langsung peserta di Desa Panakkukang sebagai desa percontohan pelayanan kesehatan. Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan nilai pembelajaran bersama di masyarakat lewat serangkaian kegiatan yang mengarah pada penguatan partisipasi warga terutama perempuan, orang miskin, dan kelompok terpinggirkan lainnya.
Sekretaris Desa Panakkukang mengemukakan kebanggaan atas pelatihan fasilitator yang diselenggarakan di Desa Panakkukang, “Kami sangat senang Desa Panakkukang dijadikan tempat pelatihan, ini merupakan kebanggaan karena desa kami di kunjungi dan bisa menjadi percontohan oleh desa lainnya. Selain itu terjadi penambahan pendapatan warga kami, karena adanya rumah yang dijadikan penginapan dan peserta pelatihan yang berbelanja di warung. Mudah-mudahan desa kami masih diberikan kesempatan menjadi penyelenggara pelatihan lagi”, ungkap Dg. Nompo.
Kuncinya Adalah Keikhlasan
Syamsinah, 36 tahun, yang akrab disapa Inna, adalah salah satu kader desa di Desa Panakkukang Kabupaten Gowa. Selama 10 tahun mengabdikan diri menjadi pelayan kesehatan masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah dan bukanlah tanpa rintangan yang berarti. Semua dijalaninya dengan penuh keikhlasan dan kerelaan demi sampainya pelayanan kesehatan di masyarakat desa.
“Kuncinya adalah keikhlasan. Saya menjalaninya karena kerelaan, mungkin imbalannya tidak saya dapatkan di dunia tapi insyaAllah akan saya dapatkan di akhirat,” ungkap lulusan Paket C ini. Namun, pengabdiannya terhadap pelayanan kesehatan khususnya di desa Panakkukang ini, patut diacungi jempol. Berbekal rasa kemanusiaan yang tinggi, Inna menjalani hari-harinya mendampingi tenaga kesehatan desa melakukan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa Panakkukang.
Jumat, 05 November 2010
Langganan:
Komentar (Atom)







