Program pemerintah dalam rangka percepatan pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan adalah Indonesia Sehat 2010, dengan gambaran target bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Salah satu cara untuk mengembangkan target tersebut yaitu dengan mengembangkan desa siaga.
Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemandirian serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan secara mandiri. Indikator tercapainya desa siaga yaitu terbentuknya Forum Desa Siaga dan memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang terdiri dari seorang bidan dan minimal dua orang kader aktif.
Adapun program Desa Siaga yang dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa menuju rakyat sehat, yaitu:
1. Pelayanan kesehatan dasar dan kegawat-daruratan
2. Kesehatan Keluarga (Kesga)
3. Pengamatan penyakit (Survailens)
4. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
5. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terus melakukan upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, diantaranya dengan menempatkan tenaga kesehatan secara marata sampai ke pelosok desa dan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis (Yankestis).
Kegiatan Forum Desa Siaga di Desa Panakkukang
Desa Panakkukang merupakan salah satu desa di Kabupaten Gowa yang telah mengembangkan Forum Desa Siaga sejak tahun 2008.
Dalam rangka pengembangan Forum Desa Siaga serta untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa Panakkukang, selain kegiatan pokok ilaksanakan kegiatan tambahan yang sesuai dengan kondisi dan potensi desa masing masing antara lain, digerakkan promosi kesehatn untuk peningkatan keluarga sadar gizi, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan kelompok dana sehat, kelompok pendonor darah, pemeriksaan golongan darah dengan swadaya masyarakat, penyediaan ambulan desa, arisan jamban keluarga dalam upaya penyehatan lingkungan dan lain lain.
Dengan demikian keberadaan Poskesdes diharapkan berperan selaian dari tempat pelayanan kesehatan dasar juga sebagai Pusat pengembangan atau revitalisasi berbagai UKBM yang ada di masyarakat desa.
Pihak yang terlibat dalam pengembangan desa siaga
Semua unsur dalam masyarakat secara otomatis terlibat dalam kegiatan Desa Siaga, dengan demikian desa siaga tidak akan berhasil jika hanya mengharapkan dari piha kesehatan saja, ataupun dari pemerintah saja tampa dukungan masyarakat secara umum, namun demikian tentu ada pihak yang paling berperan dalam pembentukan desa siaga tersebut antara lain:
1. Bidan di Desa sebagai fasilitator desa
2. Kepala Desa serta aparat desa
3. Ketua BPD dan anggota
4. Tim Pengerak PKK desa
5. Kepala Dusun
6. Tokoh Masyarakat, agama dan tokoh pemuda
7. Guru
8. kader (baik Kader posyandu maupun kader PKK)
Unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang bekerja dalam tim untuk mewujudkan dan memelihara kesinambungan Desa Siaga.
Kelembagaan Desa Siaga
Di tingkat kabupaten merangin pengembangan desa siaga dikelola oleh sebuah tim yang bernama Farum Desa Siaga Kabupaten Merangin yang ditugaskan berdasarkan SK Bupati Merangin. Anggotanya terdiri dari setiap dinas/instansi yang terlibat dalam pembangunan kesehatan, seperti Bappeda, Dinas PU, Dinas PM-kesos, Dinas Pendidikan, BKKBN, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, dinas perindutrian dan Kantor Peternakan. Sedangkan untuk kegiatan pengembangan di lintas program kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin telah membentuk Tim Pengembangan Desa Siaga Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin.
Pada tingkat kecamatan juga dibentuk sebuah Forum Pengembangan Desa Siaga Tingkat Kecamatan.
Sabtu, 06 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar