Sabtu, 06 November 2010

Kuncinya Adalah Keikhlasan


Syamsinah, 36 tahun, yang akrab disapa Inna, adalah salah satu kader desa di Desa Panakkukang Kabupaten Gowa. Selama 10 tahun mengabdikan diri menjadi pelayan kesehatan masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah dan bukanlah tanpa rintangan yang berarti. Semua dijalaninya dengan penuh keikhlasan dan kerelaan demi sampainya pelayanan kesehatan di masyarakat desa.
“Kuncinya adalah keikhlasan. Saya menjalaninya karena kerelaan, mungkin imbalannya tidak saya dapatkan di dunia tapi insyaAllah akan saya dapatkan di akhirat,” ungkap lulusan Paket C ini. Namun, pengabdiannya terhadap pelayanan kesehatan khususnya di desa Panakkukang ini, patut diacungi jempol. Berbekal rasa kemanusiaan yang tinggi,   Inna menjalani hari-harinya mendampingi tenaga kesehatan desa melakukan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa Panakkukang.
Pengalaman yang didapat selama menjadi kader yaitu melakukan pendataan, mengenal berbagai jenis penyakit dan gejalanya serta cara pengobatannya, mengetahui penyakit yang mana yang menular dan yang tidak menular, mengenal berbagai jenis obat-obatan generik, mengetahui pentingnya bayi dan balita ditimbang setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhannya, mengetahui tanda-tanda bayi/ balita yang sehat, memberikan penyuluhan tentang pentingnya alat kontrasepsi, mengetahui penggunaan KB mulai dari pil, IUD, implan, dan kondom, serta melakukan registrasi di poskesdes.
Hal yang menyenangkan selama menjadi kader diantaranya menambah banyak pengalaman dan teman (sahabat), menambah wawasan (pengetahuan) tentang pentingnya kesehatan bagi keluarga dan mengetahui pentingnya ber-PHBS di masyarakat terutama di lingkungan keluarga sendiri. Saat ditanya mengenai dukanya menjadi kader desa, Inna menjelaskan “Kader desa hanya di gaji lima ribu rupiah setiap bulannya, itupun dibayarkan biasa tidak setiap bulannya dan masih mendapat potongan,” ujar Inna dengan nada lirih.
“Kami pun harus rela waktu kami tersita terutama jika harus mendampingi bidan desa melakukan persalinan, apalagi jika itu tengah malam. Tapi saya senang menjadi kader desa dan saya mensyukuri semuanya,” lanjutnya sambil tersenyum.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers